Makalah
SUBSTAINABILLITY DEVELOPMENT
GOALS
OLEH :
ILHAM DJASRI
UNIVERSITAS NEGERI
GORONTALO
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH SWT, pencipta alam semesta yang masih member
kesempatan dan kekuatan sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini denan
semaksimal mngkin. Salawar dan salam selalu tercurahkan atas junjungan Nabi
Muhamad SAW yang menjadi teladah dalam kehidupan ini.
Tugas dalam hal ini makalah yang berjudul “Substainabillity Development
Goals” dapat disusun
karena atas bimbingan, arahan dan masukan dari semua pihak terutama dosen
pembimbing mata kuliah ini, sehingga tak
lupa kami ucapkan banyak terima kasih.
Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang luput dari kekhilafan. Kami
menyadari bahwa tugas dalam hal ini makalah masih sangat jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat penulis,
maka penulis ingin membutukan saran, kritik dan masukan dari para pembaca dan
pendengar yang sifatnya membangun agar pembuatan makalah ini selanjutnya mampu
mengurangi kesalahan-kesalahan yang penulis buat sehingga menjadikan motivasi
dalam pembuatan makalah ini.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.
Gorontalo, Oktober 2015
ilham djasri
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR
ISI
ii
Bab
I :
PENDAHULUAN
1
1.1 Latar
Belakang
1
1.2 Rumusan Masalah
1
1.3 Tujuan
1
1.4 Manfaat Penulisan
2
BAB
II :
PEMBAHASAN
3
2.1 Pembangunan Berkelanjutan
3
2.2 Indikator Keberhasilan Pembangunan
4
2.3 Ciri – Ciri Pembangunan Berkelanjutan
6
2.4 Hambatan - Hambatan Dalam Pembangunan
Berkelanjutan
7
BAB III :
PENUTUP
10
3.1
Kesimpulan
10
3.2 Saran
10
Daftar
pustaka
11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Permasalahan pembangunan berkelanjutan sekarang
telah merupakan komitmen setiap orang, sadar atau tidak sadar, yang bergelut di
bidang pembangunan. Kemajuan suatu
bangsa hanya dapat dicapai dengan melaksanakan pembangunan di segala bidang.
Pembangunan dalam konteks Negara selalu ditujukan untuk meningkatkan taraf
hidup dan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik yang merata.
Keberhasilan penerapannya memerlukan kebijakan, perencanaan dan proses
pembelajaran sosial yang terpadu, politiknya tergantung pada dukungan penuh
masyarakat melalui pemerintahannya, kelembagaan sosialnya, dan kegiatan dunia
usahanya. Proses pembangunan terutama bertujuan meningkatkan taraf hidup
masyarakat. Titik tolak pembangunan dimulai dari tindakan mengurangi masalah
dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan meningkatkan untuk mencapai suatu
tingkatan yang layak.
Bagi manusia, pembangunan tidak hanya dalam
konteks pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi tetapi
juga haruslah melihat aspek keadilan terhadap lingkungan. Lingkungan bagi umat
manusia adalah salah satu modal dasar dalam pembangunan. Lingkungan sehat,
bersih, lestari, secara tidak langsung akan mempengaruhi keberlanjutan
produktifitas manusia di masa yang akan datang. Artinya, dalam konteks tersebut
selain keberlanjutan dari sisi ekonomi dan sosial, maka diperlukan juga
keberlanjutan pada sisi ekologis.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
permasalahan yang di bahas dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud pembangunan berkelanjutan?
2. Apa saja indikator keberhasilan pembangunan?
3. Bagaiman ciri – ciri pembangunan berkelanjutan?
4. Bagaimana hambatan - hambatan dalam pembangunan
berkelanjutan?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam
makalah ini adalah :
1.
Mengetahui tentang
pembangunan berkelanjutan di Indonesia
2.
Memberikan ilmu kepada
pembaca agar dapat memahami tentang Pembangunan Berkelanjutan.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dalam
makalah ini adalah :
1.
Meningkatkan pengetahuan
tentang pembangunan berkelanjutan khususnya di Indonesia
2.
Mengetahui hambatan –
hambatan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia
3.
Memenuhi tugas mata kuliah
Pendidikan lingkungan hidup
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pembangunan Berkelanjutan
Menurut
Brundtland Report dari PBB, pembangunan berkelanjutan adalah proses
pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang
berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan
generasi masa depan”. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai
pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa
mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Deklarasi
Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) “pembangunan tidak hanya dipahami
sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan
intelektual, emosional, moral, dan spiritual”.
Menurut
Marlina (2009) mengatakan pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi
pada isu-isu lingkungan. Lebih luas dari itu, pembangunan berkelanjutan
mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan
perlindungan lingkungan (selanjutnya disebut 3 Pilar Pembangunan
berkelanjutan).
Dengan
demikian pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan
datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.
Hakikat
Pembangunan berkelanjutan
Pembangunan pada hakikatnya adalah perubahan lingkungan, yaitu mengurangi
resiko lingkungan atau dan memperbesar manfaat lingkungan. Sejak berabad tahun
yang lalu nenek moyang kita telah merubah hutan menjadi daerah pemukiman dan
pertanian.
Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan pada hakekatnya
tidak bisa dilepaskan dari pembangunan manusia itu sendiri. Manusia merupakan
subjek sekaligus objek pembangunan. Pembangunan
berwawasan lingkungan adalah upaya peningkatan kualitas secara bertahap dengan
memperhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal
dengan pembangunan Berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan mencakup sinergi tiga aspek yaitu, ekonomi,
sosial dan budaya didalam pembangunan. Aspek
sosial, maksudnya pembangunan yang berdimensi pada manusia dalam hal interaksi,
interelasi dan interdependesi. Aspek ekonomi, Suatu
cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana
dalam kerangka peningkatan kesejahteraan, kualitas kehidupan dan lingkungan
umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan kepada generasi yang akan
datang untuk menikmati dan memafaatkannya. Aspek budaya yaitu pembangunan berkelanjutan
juga untuk menjaga keberlangsungan budaya. Pengakuan
dan perawatan keanekaragaman budaya yang akan mendorong perlakuan yang merata
terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat lebih dimengerti oleh masyarakat.
2.2 Indikator Keberhasilan Pembangunan
Indikator penggunaan dan variabel pembangunan bisa berbeda untuk setiap
Negara. Di Negara-negara yang masih miskin, ukuran kemajuan dan pembangunan
mungkin masih sekitar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti listrik masuk desa,
layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yang rendah. Sebaliknya, di
Negara-negara yang telah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, indikator
pembangunan akan bergeser kepada faktor - faktor sekunder dan
tersier
Sejumlah
indikator ekonomi yang dapat digunakan oleh lembaga-lembaga internasional
antara lain :
1.
Pendapatan perkapita
Pendapatan per kapita, baik dalam ukuran GNP maupun GDP. Indikator ini merupakan bagian kesejahteraan
manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan
kemakmuran masyarakat termasuk pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi.
2.
Struktur ekonomi
Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan
per kapita akan mencerminkan transformasi struktural dalam bidang ekonomi dan
kelas-kelas sosial. Perkembangan sektor industri dan perbaikan tingkat upah
akan meningkatkan permintaan atas barang-barang industri, yang akan diikuti
oleh perkembangan investasi dan perluasan tenaga kerja.
3.
Urbanisasi
Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya
proporsi penduduk yang bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di
pedesaan. Di Negara-negara industri, sebagain besar
penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di Negara-negara yang sedang
berkembang proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena
ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indikator pembangunan.
4.
Angka Tabungan
Perkembangan
sektor manufaktur/industri selama tahap industrialisasi memerlukan
investasi dan modal. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi,
modal usaha ini dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.
5.
Indeks
Kualitas Hidup
IKH atau Physical Qualty of life Index digunakan untuk mengukur
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Indeks ini dihitung
berdasarkan kepada :
a.
Angka rata-rata harapan
hidup,
b.
Angka kematian bayi,
c.
Angka melek huruf.
Dalam indeks ini, angka rata-rata harapan hidup
dan kematian bayi akan dapat
menggambarkan status gizi anak dan ibu, derajat kesehatan, dan lingkungan
keluarga yang langsung beasosiasi dengan kesejahteraan keluarga. Pendidikan
yang diukur dengan angka melek huruf, dapat menggambarkan jumlah orang yang
memperoleh akses pendidikan sebagai hasil pembangunan. Oleh karena itu, indeks ini dianggap sebagai yang paling baik
untuk mengukur kualitas manusia sebagai hasil dari pembangunan.
6.
Indeks
Pembangunan Manusia (Human Development Index)
Ide dasar yang melandasi dibuatnya indeks ini adalah
pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan hendaknya
ditujukan kepada pengembangan SDM.
7.
Pertumbuhan
ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan
manusia, Indeks ini dibuat dengagn mengkombinasikan tiga komponen,
(1)
rata-rata
harapan hidup pada saat lahir,
(2)
rata-rata
pencapaian pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMU,
(3)
pendapatan
per kapita.
Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan kapabilitas
manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan knowledge, attitude dan skills,
disamping derajat kesehatan seluruh anggota keluarga dan lingkungannya.
2.3 Ciri-ciri
Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan
berkelanjutan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Dilakukan secara merata dan
adil
Maksudnya adalah adil pada lahan lahan yang ada
di seluruh wilayah, semua orang berhak atau berkesempatan untuk ikut
berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan ini tanpa dibeda – beda kan
serta harus merata dan adil demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menjamin pemerataan dan keadilan, yaitu generasi
mendatang memanfaatkan dan melestarikan sumber daya alam sehingga
berkelanjutan.
b.
Memelihara keanekaragaman
hayati yang ada
Pembangunan berkelanjutan harus tetap
memperhatikan keanekaragaman hayati. Menghargai dan melestarikan keanekaragaman
hayati, spesies, habitat, dan ekosistem agar tercipta keseimbangan lingkungan.
c.
Menggunakan pendekatan
integratif
Dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan
harus menggunakan pendekatan integratif. Hal ini bertujuan menciptakan
keterkaitan yang kompleks antara manusia dengan lingkungan agar lingkungan
tetap terjaga.
d.
Bersifat jangka panjang
Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu rencana
yang bersifat jangka panjang. Karena pembangunan berkelanjutan ini dimungkinkan
untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya
yang ada dengan bijaksana atau harus bermanfaat pada masa sekarang dan masa mendatang.
e.
Memenuhi kebutuhan masa
sekarang tanpa membahayakan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang dan
mengaitkan bahwa pembangunan ekonomi harus seimbang dengan konservasi
lingkungan.
f.
Pembangunan yang
dilaksanakan tidak terjadi atau mampu meminimalkan kerusakan dan pencemaran
lingkungan, memperhatikan antara lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya
g.
Pembangunan yang
dilaksanakan mendasar pada nilai – nilai kemanusiaan serta memperhatikan moral
atau nilai yang di anut dalam masyarakat. Pembangunan yang dilaksanakan mampu
memperluas lapangan dan kesempatan kerja
h.
Pembangunan yang
dilaksanakan harus memiliki sifat fundamental dan ideal serta berjangka pendek
dan panjang. Pembangunan yang dilaksanakan harus berpedoman untuk selalu
mempertahankan stabilitas ekonomi, politik, sosial budaya dan keamanan
nasional.
2.4 Hambatan
dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Tentunya masih saja ada hambatan dalam mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan. Yaitu masalah kependudukan, masalah kemiskinan,
masalah kualitas lingkungan hidup dan masalah keamanan dan ketertiban.
1.
Masalah
kependudukan
Permasalahan
Penduduk (Kuantitas dan Kualitas) : Suatu pembangunan dapat berhasil jika
didukung oleh subjek pembangunan, yakni penduduk yang memiliki kualitas dan
kuantitas yang memadai.
a.
Permasalahan kuantitas
penduduk di Indonesia :
Jumlah penduduk di Indonesia berada pada urutan
keempat terbesar setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Permasalahan dalam
kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Susunan penduduk memberikan
konsekuensi terhadap hal-hal berikut : Penyediaan fasilitas kesehatan,
Penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah, Penyediaan lapangan
pekerjaan bagi penduduk kerja dan penyediaan fasilitas sosial lainnya yang
mendukung perkembangan penduduk usia muda.
b.
Permasalahan Kualitas
Penduduk di Indonesia
ü
Tingkat Kesehatan : Kondisi
kesehatan di Indonesia masih belum ada kemajuan. Dibandingkan dengan Negara
yang lain Indonesia masih tertinggal jauh. Kondisi demikian terjadi karena
masih rendahnya pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang ada masih belum
memenuhi kebutuhan seluruh penduduk.
ü
Tingkat pendidikan :
Kemajuan pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari lama sekolah dan tingkat
melek huruf penduduk. Lama sekolah penduduk Indonesia masih tergolong rendah.
Artinya, tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rata-rata masih berada pada
taraf pendidikan dasar. Tingkat melek huruf yaitu seseorang dikatakan melek
huruf jika orang tersebut dapat membaca atau tidak buta huruf. Kemajuan tingkat
melek huruf di Indonesia tergolong rendah.
ü
Tingkat Pendapatan per
Kapita adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu Negara dalam satu tahun.
Pendapatan perkapita secara umum menggambarkan kemakmuran suatu Negara.
Dampak Permasalahan Penduduk Terhadap Pembangunan antara lain
“Ketidakmerataan penduduk menyebabkan tidak meratanya pembangunan ekonomi di
seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan masih terdapatnya daerah
tertinggal, terutama daerah-daerah pedalaman yang jauh dari pusat kota.
a. Ledakan penduduk akibat angka kelahiran yang tinggi menyebabkan semakin
tingginya kebutuhan penduduk akan perumahan, bahan pangan, dan kebutuhan
tersier lainnya.
b.
Ledakan penduduk juga
mengakibakan angka beban ketergantungan menjadi lebih tinggi. Hal ini
disebabkan angka usia non produktif lebih besar daripada usia produktif.
c.
Arus urbanisasi yang tidak
diimbangi dengan pendidikan dan ketrampilan yang cukup menimbulkan masalah
pengangguran, kriminalitas, prostitusi, munculnya daerah kumuh, dan kemiskinan
di daerah perkotaan. Hal tersebut dapat menghambat pembangunan, baik di daerah
pedesaan (daerah asal) maupun daerah perkotaan (tujuan)
d.
Timbulnya berbagai masalah
kerusakan lingkungan akibat pertambahan penduduk manusia.
e.
Masalah kemacetan lalu
lintas dapat mengurangi arus mobilitas penduduk, barang, dan jasa yang akan
berakibat pada terhambatnya perkembangan ekonomi penduduk.
2.
Masalah kemiskinan
Kemiskinan
merupakan salah satu contoh ketidakadilan yang dialami suatu kelompok
(masyarakat pra sejahtera). Ketidakadilan itu terlihat dari tidak terpenuhinya
kebutuhan-kebutuhan mereka untuk bertahan hidup dalam kesehatan yang baik,
sulitnya mendapat akses ke pelayanan publik (sanitasi sehat, air bersih,
pengelolaan sampah ) rumah sehat, pelayanan pendidikan dan sebagainya. Ketidakadilan
juga terlihat dari tidak adanya akses kepemilikan hak atas tanah yang
mereka huni. Sebagai akibat itu semua, sulit bagi mereka untuk mendapat akses
ke pekerjaan yang baik dan stabil. Ketidakadilan itu menyebabkan masyarakat
miskin tetap miskin dan mengancam proses pembangunan yang berkelanjutan.
Kerusakan lingkungan, kondisi permukiman buruk atau kumuh dalam suatu kawasan
memperlihatkan bahwa kawasan tersebut sedang dalam proses tidak berkelanjutan.
Saat ini
masalah kemiskinan merupakan masalah mendesak yang dihadapi di Indonesia. Yang
paling mudah dan terlihat jelas dari wajah kemiskinan adalah kondisi jutaan penduduk yang tinggal
di permukiman kumuh dan liar. Kondisi kekumuhan ini menunjukkan seriusnya
permasalahan sosial ekonomi, poltik, dan lingkungan yang bermuara pada
kondisi kemiskinan.
3.
Masalah kualitas lingkungan
hidup
Pembangunan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup
manusia. Di lain pihak, pembangunan yang makin meningkat akan memberikan dampak
negatif, berupa resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, yang
mengakibatkan rusaknya struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi
penunjang kehidupan. Kerusakan ini pada akhirnya akan menjadi beban yang malah
menurunkan mutu hidup manusia, sehingga apa yang menjadi tujuan pembangunan
akan sia-sia.
Permasalahan ketersediaan tanah sebagai lahan hijau sangat terbatas.
Selain harga tanah yang mahal, juga kurangnya penghargaan bagi pemilik tanah
terlantar untuk dimanfaatkan sebagai lahan terbuka hijau. Penggunaan ruang
terbuka hijau mulanya diawali dengan tumbuhnya perumahan liar yang semakin luas
dan sulit dikendalikan, yang selanjutnya menimbulkan terbentuknya kawasan
kumuh. Apalagi para penghuni tersebut dikenakan pajak tidak resmi sehingga
mereka merasakan seolah mendapatkan legalitas untuk tinggal di tempat tersebut.
Begitu juga, disisi lain factor golongan berpendapatan rendah dan kurangnya
tingkat pendidikan, mendorong mereka untuk menduduki lahan ruang terbuka hijau.
Seperti pemanfaatan tepian tepian bantaran sungai dan tepian jalur kereta api
sebagai tempat tinggal.
4.
Masalah Keamanan dan
Ketertiban
Permasalahan ini diperberat dengan masalah ketertiban karena tidak
disiplinnya masyarakat. Hal ini tercermin dengan jelas antara lain dalam
disiplin berlalu lintas. Saat ini juga semakin sering terjadi demonstrasi yang
dilakukan oleh masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang
dijalankan oleh pemerintah, terutama di kota-kota besar. Hal ini dapat terjadi
karena berbagai hal seperti tidak adanya sosialisasi dari pemerintah, kurangnya
pelibatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, kurangnya pemamhaman akan
hak-hak dan tanggung jawab masyarakta dalam pembangunan dan lain sebagainaya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pembangunan berkelanjutan
merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan
kemampuan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan
berkelanjutan mencakup sinergi tiga aspek yaitu, ekonomi, sosial dan budaya
didalam pembangunan
Hambatan dalam
pencapaian pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia adalah masalah
kependudukan, kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, keamanan dan ketertiban
kota, dan sebagainya.
Bahwa masalah
kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup yang terjadi suatu kawasan tertentu
memperlihatkan bahwa kawasan itu sedang dalam proses tidak berkelanjutan.
Kemiskinan dan
fungsi-fungsi lingkungan hidup yang telah hilang atau rusak, tercemar, itu
merupakan ancaman terhadap proses pembangunan berkelanjutan.
3.2 Saran
·
Berdasarkan
kesimpulan diatas, maka adapun saran bagi pemerintah agar dapat menerapkan
sistem pembangunan yang berkelanjutan dengan jalan menanggulangi kemiskinan
serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta keamanan dan ketertiban guna
menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya di Indonesia sehingga dapat
dirasakan bukan hanya untuk di masa sekarang melainkan juga untuk generasi yang
akan datang.
·
Saran bagi
masyarakat agar dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Indonesia.
Merawat dan melindungi lingkungan hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar